Memahami Nameserver dan DNS Management

Konten Halaman

Kenapa Saya Belajar Ini

Hari ini rencananya mau bikin blog ini benar-benar online dengan domain sendiri.
Di tengah jalan, malah nyangkut belajar hal baru: Nameserver dan DNS Management.

Sebelumnya saya pernah juga nyambungin domain dari Domainesia ke Netlify untuk hosting web statis. Tapi kali ini saya mau coba pakai Cloudflare Pages untuk hosting-nya, sementara domainnya tetap saya beli di Domainesia.


Apa yang Saya Pelajari

Kalau domain itu seperti alamat rumah, maka DNS itu adalah petanya. Semacam Google Maps yang menunjukkan arah ke rumah kita.

Misalnya kita ketik irman.web.id, DNS akan memberi tahu browser,

“Oh, alamat ini ada di server dengan IP Address sekian-sekian, lewat sini ya.”

Di situlah fungsi DNS Management, tempat kita mengatur peta itu.
Kita bisa menentukan ke mana sebuah domain diarahkan, mau ke server mana, IP berapa, bahkan bisa mengatur beberapa domain sekaligus dari satu panel.

Lalu, apa itu Nameserver?

Nameserver adalah si pengelola peta tadi. Di sanalah DNS kita disimpan dan dikelola.
Kalau beli domain di Domainesia, maka secara default nameserver-nya adalah milik Domainesia. Jadi DNS Management-nya pun dilakukan di panel Domainesia.

Tapi kita bisa ganti siapa pengelola peta itu. Misalnya, saya ingin Cloudflare yang mengelola DNS-nya.
Caranya tinggal ubah nameserver di Domainesia menjadi nameserver Cloudflare. Setelah itu, pengaturan DNS sepenuhnya bisa dilakukan dari dashboard Cloudflare.


Insight

Awalnya saya bingung kenapa pengaturan DNS di Domainesia gak bisa diubah lagi.
Ternyata karena nameserver-nya sudah saya alihkan ke Cloudflare, jadi secara otomatis Domainesia sudah bukan pengelola DNS saya.

Setelah saya atur ulang semua record DNS di Cloudflare, barulah domain-nya nyambung dengan benar dan situs ini akhirnya bisa online.

Saya memilih Cloudflare karena:

  • Bisa sekaligus jadi hosting web statis (Cloudflare Pages).
  • DNS Management-nya cepat dan mudah dipakai.
  • Fitur gratisnya sudah cukup lengkap untuk kebutuhan pribadi.

Dari pengalaman ini saya belajar satu hal:

Bingung itu tandanya belum punya ilmunya.
Dan begitu ilmunya dipahami, bingungnya langsung hilang.

Hari ini, itu yang terjadi, dari niat pasang domain, malah dapat bonus ilmu baru tentang bagaimana internet bekerja di balik layar.