Memahami Apa Itu Tender Offer
Kenapa Saya Belajar Ini
Beberapa waktu lalu saya membaca berita tentang Lo Kheng Hong yang menjual saham lewat tender offer. Dari situ muncul rasa penasaran.
Selama ini saya sering dengar istilahnya, tapi ternyata saya belum benar-benar paham cara kerjanya. Akhirnya saya memutuskan untuk duduk sebentar dan mempelajari apa itu tender offer, kenapa dilakukan, dan bagaimana prosesnya.
Ternyata konsepnya cukup sederhana, cuma butuh waktu untuk merangkumnya supaya lebih masuk akal buat saya pribadi.
Apa yang Saya Pelajari
Hal pertama yang saya temukan adalah bahwa tender offer ternyata ada dua macam: mandatory dan voluntary. Keduanya mirip, sama-sama penawaran beli saham langsung ke investor, tapi konteks dan tujuannya berbeda.
Mandatory Tender Offer (MTO)
MTO adalah tender offer yang bersifat wajib. Biasanya muncul saat ada akuisisi atau perubahan pengendali di sebuah perusahaan publik. Ketika seseorang atau sebuah perusahaan menjadi pengendali baru, mereka wajib mengumumkan tender offer ke publik sesuai aturan OJK dan BEI.
Tujuannya simpel: memberi kesempatan kepada investor minoritas untuk keluar dengan harga yang wajar. Harga yang ditawarkan biasanya lebih tinggi dari harga pasar untuk meyakinkan investor mau menjual. Tentu saja, investor tidak wajib ikut. Mau jual atau tetap hold tergantung keyakinan masing-masing. Yang penting, pengendali baru menjalankan kewajibannya.
Tender offer juga muncul ketika emiten mau delisting sukarela. Ini bentuk perlindungan bagi publik supaya tetap punya kesempatan keluar sebelum sahamnya tidak lagi diperdagangkan di bursa.
Voluntary Tender Offer (VTO)
VTO sifatnya opsional. Perusahaan tidak diwajibkan oleh aturan, tapi boleh melakukan tender offer jika ingin. Contohnya:
- Buyback dalam jumlah besar yang tidak mempengaruhi posisi pengendali.
- Ada pihak yang ingin menambah porsi kepemilikan, tapi tidak sampai mengambil alih kendali.
- Penawaran sukarela lain yang intinya tidak memicu perubahan kontrol.
Karena tidak wajib, mekanismenya lebih fleksibel dan tergantung kebutuhan pihak yang ingin membeli.
Proses Pelaksanaannya
Tender offer dilakukan di luar pasar reguler. Transaksinya langsung antara pihak penawar dan investor, sehingga:
- Saham dipindahkan dari investor ke pengendali atau pihak yang membeli.
- Uangnya masuk langsung ke rekening investor melalui sekuritas.
Kalau jumlah saham yang ditawarkan investor melebihi kuota yang disediakan, maka pembeliannya dibagi secara pro-rata. Misalnya penawar hanya butuh 100 juta saham, tapi yang mendaftar 200 juta. Artinya setiap investor hanya sebagian dari sahamnya yang dieksekusi.
Insight
Setelah memahami mekanismenya, saya baru sadar bahwa tender offer ini sebenarnya salah satu bentuk perlindungan untuk investor minoritas. Ketika ada akuisisi atau delisting, publik tetap diberi jalur keluar yang jelas.
Di sisi lain, tender offer juga bisa menjadi momen untuk mendapat harga premium, terutama jika penawar ingin mempercepat proses pengambilalihan.
Kesimpulan sementara saya:
kalau ada berita akuisisi sebuah emiten, hampir pasti akan ada tender offer menyusul. Dan untuk investor, ini bisa menjadi salah satu exit option yang cukup menarik. Tinggal kita menimbang apakah ingin menjual di harga tender atau tetap hold menunggu arah baru dari pengendali berikutnya.
