Belajar Memahami Right Issue dari Berita CBRE

Konten Halaman

Kenapa Saya Belajar Ini

Saya membaca berita bahwa CBRE akan melakukan right issue. Karena istilah ini cukup sering muncul di berita pasar modal, saya jadi penasaran: apa sebenarnya maksudnya? Kenapa perusahaan sampai harus menerbitkan saham baru lagi padahal sudah melantai di bursa?

Rasa penasaran itu membuat saya mencoba memahami konsep dasarnya. Bukan dari sisi teknis, tapi cukup untuk tahu logikanya sebagai investor ritel yang ingin lebih paham arah aksi korporasi semacam ini.


Apa yang Saya Pelajari

Ternyata, right issue adalah langkah ketika perusahaan membutuhkan tambahan dana atau modal baru, dan memutuskan untuk menawarkan saham baru kepada pemegang saham yang sudah ada terlebih dahulu.

Jadi, kalau misalnya perusahaan menerapkan rasio 1:2, artinya setiap 1 saham lama memberi hak untuk membeli 2 saham baru. Hak membeli ini disebut HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu).

HMETD ini punya beberapa karakteristik penting:

  • Bisa diperjualbelikan di bursa selama periode tertentu (biasanya menggunakan akhiran R, contoh CBRE-R ).
  • Biasanya harga tebus saham barunya lebih murah dari harga pasar, supaya menarik untuk ditebus.
  • Tapi kalau tidak digunakan sampai masa berlakunya habis, maka hak itu hangus.
  • Jumlah saham beredar setelah right issue akan bertambah sesuai rasio yang diterapkan.

Karena jumlah sahamnya bertambah, biasanya harga saham di pasar akan menyesuaikan turun secara teoritis, meskipun nilai perusahaan sebenarnya tidak langsung berubah. Kira-kira seperti kue yang dibagi jadi lebih banyak potongan, tapi total ukurannya tetap sama.


Insight

Setelah memahami mekanismenya, saya merasa yang paling penting bukan sekadar tahu bahwa perusahaan sedang right issue, tapi untuk apa dana itu akan digunakan.

Kalau tujuannya untuk menambah aset produktif atau memperkuat modal kerja, mungkin langkah itu masih bisa dianggap positif. Perusahaan sedang tumbuh dan butuh bahan bakar tambahan.

Tapi kalau ternyata dana hasil right issue digunakan hanya untuk membayar utang, maka perlu sedikit waspada. Itu bisa jadi sinyal bahwa kondisi keuangannya sedang kurang sehat.

Right issue ini membuka cara pandang baru bagi saya bahwa tidak semua aksi korporasi itu otomatis baik atau buruk. Yang penting adalah memahami konteks di baliknya, bukan hanya melihat judul beritanya.