Belajar Penjatahan Saham Saat IPO

Konten Halaman

Kenapa Saya Belajar Ini

Saya lagi scrolling Stockbit dan nemu komentar yang bikin penasaran:

Gimana sih caranya biar punya jatah lot yang banyak saat IPO?

Sebagai investor ritel yang lagi belajar saham, pertanyaan ini bikin saya pengen tahu mekanismenya lebih dalam. Dari penasaran itu akhirnya jadi catatan belajar hari ini.

Apa yang Saya Pelajari

Jadi, sebelum saham IPO dibuka, harga ditentukan dulu oleh underwriter (penjamin emisi) bersama emiten. Ada dua cara: harga tetap (fixed price) atau harga dalam rentang (bookbuilding). Harga final ditetapkan dengan pertimbangan banyak hal, mulai dari valuasi perusahaan, kondisi pasar, sampai kemungkinan oversubscribe atau undersubscribe.

Saat IPO, saham dibagi ke dua jenis allotment:

  1. Fixed Allotment – untuk institusi, karyawan, atau pihak yang sudah komitmen sebelumnya.
  2. Pooling Allotment – untuk investor ritel lewat e-IPO, ini tempat kita ikut.

Biasanya persentase untuk yang Fixed Allotment lebih besar daripada yang untuk ritel. Tapi itu tergantung keputusan dari emiten dan underwriter-nya.

Kalau undersubscribe, misal total saham 10 juta tapi yang pesan cuma 8 juta, semua pemesan ritel kebagian sesuai pesanannya, dan sisa 2 juta biasanya diambil underwriter.

Kalau oversubscribe, baru masuk penjatahan:

  • Proporsional – semua pemesan dapat jatah sesuai proporsi yang dihitung dari jumlah oversubscribe. Kalau ada kelebihan uang, akan direfund.
  • Diundi – jatah dibagi secara acak; bisa dapat sebagian, full, atau bahkan tidak sama sekali. Sistem e-IPO sekarang memudahkan randomisasi ini lewat komputer, tapi tetap diawasi OJK.

Insight

Balik ke pertanyaan awal, kalau pengen dapat banyak jatah lot saat IPO, logikanya ya pesan lebih banyak. Dengan cara itu, kalau oversubscribe tetap ada peluang kebagian jatah lebih besar. Tapi tentu saja tetap ada faktor acak atau proporsional yang memengaruhi hasil akhirnya.

Ini jadi hal baru buat saya karena banyak mekanisme di balik layar yang jarang kelihatan, dan memahami hal ini bikin kita bisa lebih tahu strategi ketika akan ikut next IPO.